Para nasabah bank pasti sering sekali ditawarkan kemudahan dalam pembuatan kartu kredit. Baik bank swasta atau pun bank BUMN yang dimiliki Pemerintah sering sekali menawarkan kemudahan dalam pengajuan kartu kredit tapi tidak semua pengajuan kartu kredit disetujui oleh bank. Bank swasta sering kali lebih memberikan kemudahan dalam approve kartu kredit kepada setiap nasabah nya namun tidak dengan Bca. Selama ini Bank BCA dikenal sebagai banyak terbesar di Indonesia dan terbaik dalam hal pelayanan dan sangat selektif dalam penerimaan kartu kredit baru. Maka tak heran bila Bank BCA memiliki banyak nasabah.

Jaringan pemakaian luas, jarang ada masalah, hingga banyak promo-promo menarik membuat nasabah berbondong-bondong ingin memiliki kartu kredit BCA juga. Sadar menjadi idaman banyak orang, tak membuat BCA menjadi asal dalam menyetujui setiap aplikasi pengajuan kartu kredit baru. Hal ini diakui oleh Vice President Semarang Consumer Card Functional Branch, Budi Raharjo yang menekankan bahwa pihaknya tidak asal menyetujui bila ada yang ingin membuat kartu kredit BCA. Mereka benar-benar melihat apakah seseorang benar-benar layak untuk diberikan kartu kredit atau tidak. Salah satu tolak ukur penentunya tentu saja adalah penghasilan minimum 3 juta per bulan.

Tips Agar Bca Approve Kartu Kredit Kamu:
• Usahakan jumlah uang di tabungan kamu ada yah, dengan nilai nominal terendah 3 juta
• Pastikan no handphone yang terdaftar jelas
• Pastikan no handphone kerabat juga aktif
• Kamu punya gaji tetap atau sesuai dengan UMP
• Memiliki Ektp dan Npwp

Pastikan syarat – syarat diatas sudah kamu dapat penuhi agar kartu kredit kamu bisa langsung di approve oleh bank Bca yang terkenal sulit dan selektif dalam mengapprove kartu kredit bagi nasabah baru mereka. Ketakutan akan kredit macet (Non-Performing Loan) menjadi salah satu faktor penyebanya. Semakin banyak pemegang kartu yang tidak sesuai dengan kemampuan aslinya, semakin besar kemunginan terjadinya kredit macet yang tentunya merugikan perbankan dan pemerintah.

Setiap pembayaran kartu kredit lancar maka nilai skor kredit nasabah juga bernilai postif. Apapaun jenis cicilan kredit baik kredit mobil atau kartu kredit usahakan pembayaran tepat waktu. Karena pembayaran kredit yang tepat waktu meningkatkan nilai kredibilitas digital kamu sebagai debitur. Sekarang dengan kemajuan dunia teknologi pembayaran kredit secara digital tidak lagi sulit, contohnya kamu bisa melakukan pembayaran kredit melalui aplikasi Raksasa dan dapatkan raksasa score dengan begitu tidak ada alasan pemabayaran kredit kamu terlupakan.

Mayoritas Pemegang Kartu Kredit BCA ada di Jabodetabek
Perlu diketahui saat ini jumlah keseluruhan pemegang kartu kredit BCA, baik itu kartu BCA Card, Visa, Master Card, maupun Amex Platinum, ada 3,7 juta orang. Dari jumlah tersebut 6% nasabah kartu kredit BCA adalah dari wilayah Jateng dan DIY. Jadi, kurang lebih ada sekitar 210.000 pemegang kartu kredit BCA di daerah DIY dan Jateng.Memang masih termasuk kecil bila dibandingkan dengan pemegang kartu kredit BCA di Jakarta atau kota besar lainnya. Menurut Budi, ini karena daya beli masyarakat di area DIY dan Jateng berbeda. Apalagi bila dilihat dari UMR, maka hanya sedikit kesempatan masyarakat di area DIY dan Jateng untuk memiliki kartu kredit. Pasalnya, Bank BCA menetapkan minimal penghasilan untuk memiliki kartu kredit adalah 3 juta per bulan, sedang UMR Semarang belum mencapai nominal tersebut.

Baca Lainnya: Transaksi Debit Lebih Murah Dengan Kartu Berlogo GPN

Lain dengan di Jakarta yang UMR per bulan sudah mencukupi untuk seseorang mendapatkan kartu kredit. Maka tak heran bila dominasi pemegang kartu kredit BCA ada di kota-kota besar terutama Jakarta. Budi mengungkapkan, setiap harinya ada 400 orang yang mengajukan aplikasi pengajuan kartu kredit BCA. Tapi pihaknya tetap tidak akan asal dalam menyetujui pembuatan kartu kredit dari masyarakat. Bank BCA cukup variatif dalam menyasar target masyarakat, mulai dari remaja, dewasa sampai orangtua bisa mendaftar kartu kredit BCA asal syarat-syarat dipenuhi.