Pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia terus mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Laju kredit perbankan terlihat kian positif pada tahun 2018 dan trend positif ini terus terjadi pada tahun 2019. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2018 sebesar 10,75 persen. Data OJK juga memperlihatkan rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) perbankan menurun.

Menurut catatan OJK, NPL gross perbankan pada Juni 2018 tercatat 2,67 persen. Angka itu turun 0,12 persen dibandingkan NPL pada Mei 2018 yang mencapai 2,79 persen. NPL yang turun memperlihatkan bahwa masyarakat semakin taat membayar kredit yang diajukan. Seiring dengan perkembangan zaman, “Credit Scoring” ternyata tak hanya digunakan dalam lembaga keuangan atau bank saja, tetapi juga dapat digunakan dalam investasi online atau simpan pinjam berbasis teknologi informasi. Raksasa menggunakan sistem ini untuk menilai peminjam. Padahal, sebagian besar peminjam belum tersentuh oleh bank atau lembaga keuangan. Ini karena, karakteristik peminjam merupakan masyarakat pedesaan yang tidak mempunyai akses dalam perbankan (unbanked).

Dengan adanya Raksasa masyarakat di desa atau pun pelosok dapat menikmati akses pinjaman online agar mendapatkan “Credit Scoring” dengan mudah dan bisa mengikuti trend dunia globalisasi dalam jasa keuangan khususnya pinjaman kredit secara online. Skor kredit merupakan cerminan reputasi keuangan yang dapat menggambarkan tingkat kepatuhan seseorang dalam memenuhi kewajiban finansial nya. Skor kredit adalah nilai yang diberikan oleh bank/fintech kepada calon peminjam berdasarkan data histori keuangan. Biasanya skor kredit ini digunakan oleh pihak pemberi pinjaman untuk menentukan kelayakan individu dalam mendapatkan pinjaman.

Bagaimana caranya menjaga skor kredit tetap bagus ?

1. Ketahui Kredit yang Diambil dan Sedang Berjalan
Rata-rata fasilitas pinjaman atau pun fasilitas kredit yang disediakan bank atau lembaga pembiayaan lainnya umumnya sudah diketahui masyarakat. Mulai dari Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Adakah dari kredit tersebut yang Anda ambil?

2. Bayar Cicilan Sebelum Jatuh Tempo hingga Lunas
Telat nya membayar cicilan kredit sampai-sampai menunggak adalah akar persoalan kenapa BI Checking dinilai buruk hingga dimasukkan ke dalam Blacklist BI Checking. Itulah sebabnya penting untuk selalu mengingat dan membayar cicilan kredit sebelum jatuh tempo.

3. Tahu Batas dalam Gunakan Kartu Kredit
Memang Anda memilih kartu kredit karena limit yang ditawarkan sesuai dengan keinginan misalnya Rp6 juta. Anda pun bebas melakukan transaksi hingga Rp6 juta. Namun, alangkah bijaknya jika menggunakan kurang dari limit yang ditentukan. Sebab jika sewaktu-waktu Anda kebetulan menunda pembayaran tagihan kartu kredit sebesar Rp 6 juta tersebut, ini akan membuat skor kredit dinilai jelek. Baiknya, pakaialah kurang dari 30% dari limit kartu kredit Anda.

4. Sebisa Mungkin Hindari Minimum Payment Kartu Kredit
Menggunakan opsi minimum pembayaran atau minimum payment untuk membayar tagihan kartu kredit boleh-boleh saja. Asalkan siap menanggung konsekuensi nya yaitu jeleknya BI Checking. Bagaimana bisa? Tidak ada jaminan kalau utang Anda tidak akan menumpuk sehingga mengakibatkan Anda kesulitan membayar tagihan kartu kredit alias menunggak.

5. Simpan Bukti Transaksi untuk Digunakan dalam Mengawasi Laporan Kredit
Terkadang kesalahan bisa saja diperbuat bank sehingga tagihan kredit yang dilaporkan ke Anda tampak tidak wajar. Untuk menghindari kasus tersebut, ada baiknya menyimpan bukti-bukti transaksi kartu kredit. Dengan begitu, kesalahan tersebut akan di koreksi bank dan Anda terhindar dari tagihan kredit yang barangkali di luar kemampuan Anda.

6. Ambil Kredit sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Bayar
Kalau tidak butuh, buat apa diambil? Apalagi jauh dari kemampuan bayar? Yang ada malah menciptakan masalah kredit macet alias gagal bayar. Jadi, pertimbangkan apakah benar-benar membutuhkan dua kartu kredit? Atau mesti mengambil kredit Alphard? Sadari sampai batas mana kemampuan bayar Anda. Jangan demi gengsi, Anda sampai mencetak utang yang banyak.

Ingat, Jangan Lupa Bayar Cicilan Bulan Ini

Dari penjelasan yang sudah dikemukakan di atas, singkatnya, Skor kredit jelek karena menunggak cicilan kredit. Mau skor kredit terjaga baik? Selalu bayar cicilan sebelum jatuh tempo sampai benar-benar lunas. Skor kredit merupakan salah satu faktor yang digunakan dalam pengambilan keputusan kredit guna meminimalkan risiko gagal bayar serta memastikan bahwa keputusan kredit diambil secara obyektif.

Baca Lainnya: Mengenal Raksasa Kredit Skor Pertama di Indonesia

Skor kredit pada Raksasa digunakan sebagai pertimbangan untuk proses aproval transaksi-transaksi kamu berikutnya. Harus diingat bahwa skor kredit yang tinggi akan memudahkan kamu untuk mengajukan pinjaman di kemudian hari loh.