kredit skoring

Credit scoring atau penilaian kredit adalah sistem/ cara yang digunakan oleh bank atau lembaga pembiayaan lainnya yang berguna untuk menentukan apakah anda layak atau tidak mendapatkan pinjaman. Credit scoring ini merupakan kumpulan data nasabah yang diambil dari data aplikasi pinjaman nasabah selain dengan menggunakan program statistik yang berisi tentang sejarah pinjaman anda yang antara lain mengenai bagaimana siklus pembayaran tagihan anda, apakah anda membayar tagihan anda tepat waktu atau tidak.

Berapa banyak kredit yang masih atau pernah anda miliki. Credit scoring membantu bank dalam menganalisa permohonan kredit anda selain faktor-faktor kualitatif lainnya. Selain itu, dengan credit scoring kreditur dapat membandingkan informasi debitur dengan kinerja pinjaman nasabah lain dengan profil yang sama.

Fungsi credit score di sini tentu sangat jelas. Bagi para pemberi pinjaman akan sangat membantu proses survey dan besaran pinjaman yang akan disetujui. Begitu juga bagi para penerima pinjaman (nasabah), credit score akan membantu dalam mendapat akses yang lebih luas kepada pemberi kredit dengan mengandalkan reputasi keuangan sendiri tanpa harus tergantung pada kemampuan untuk menyediakan agunan atau jaminan.

Berikut ini skor performa kredit menurut urutan BI
Skala 1 = kredit lancar
Skala 2 = Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK). Yaitu kredit yang tidak lancar selama 1-2 bulan.
Skala 3 = Kredit Tidak Lancar, yaitu kredit  tidak lancar selama 3-6 bulan.
Skala 4 = Kredit Diragukan, yaitu kredit tidak lancar yang sudah jatuh tempo tapi belum juga diselesaikan oleh debiturnya.
Skala 5 = Kredit Macet, yaitu usaha pengaktivan kembali kredit tidak lancar namun tetap gagal. Bagi pemberi kredit akan ada kriteria tertentu yang menjadi standar.

Berikut ini adalah kriteria credit scoring yang ditentukan oleh salah satu bank.

  • Usia
  • Tempat Bekerja (bidang usaha)
  • Jumlah self financing
  • Status Perkawinan
  • Lama bekerja
  • Hubungan dengan bank
  • Jumlah Tanggungan
  • Total lama bekerja
  • Jenis jaminan pinjaman
  • Pekerjaan suam/istri
  • Pendapatan Bersih
  • Kredit sekarang
  • Status Pendidikan
  • Pendapatan Lain
  • Pemilikan Kartu kredit/debit
  • Jabatan/pekerjaan

    Setiap informasi dari kriteria di atas tadi memiliki bobot yang berbeda-beda. Informasi penting seperti ketepatan pembayaran pinjaman anda akan memiliki bobot nilai yang lebih tinggi dibanding yang lainnya.

1 Bayar semua Tagihan anda
Sebelum anda menambah hutang baru sebaiknya pikirkan kembali resiko kemungkinan terjadi. Baiknya lunasi semua tagihan anda hingga kredit anda menjadi normal kembali

2 Jadikan Transaksi keuangan anda aktif
Salah yang bisa anda lakukan agar transaksi anda aktif yaitu menggunakan kartu kredit secara aktif, akan tetapi perlu di ingat penggunaannya harus tepat, Kartu kredit memungkinkan seseorang dalam mempermudah transaksi non tunai, akan tetapi tidak jarang akibat penggunaan kartu kredit yang tidak tepat justru membuat penggunanya tertekan akibat hutang kartu kredit, termasuk saya sendiri.

3 Berikan Tenggat Waktu
Bilamana pengajuan pinjaman kamu ditolak karena beberapa hal pertimbangan baiknya beri jeda untuk mengajukan pinjaman yang baru. Ada banyak pertimbangan dari pihak bank meskipun catatan skor kredit kamu tidak termasuk dalam kategory black list Bi checking.

4 Hindari terlalu sering menutup akun atau gonta ganti akun bank
Dalam pemasaran produknya, pihak memberikan diskon atau promo yang cukup menarik,tidak sedikit pengguna kartu kredit menutup akun yang lama dan mengajukan kartu kredit yang baru, hal seperti ini tidak direkomendasikan untuk anda dan dapat mengurangi skor kredit anda.

5 Miliki portofolio kredit yang sehat
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memiliki portofolio kredit yang sehat yaitu memiliki beberapa jenis hutang yang berbeda akan lebih baik dari pada jumlah hutang satu jenis saja dengan nilai yang sama.