Energi terbarukan menjadi salah satu hal yang sedang gencar di promosikan oleh Pemerintah Indonesia. Kenapa demikian? Meski masih mewakili sebagian kecil dari keseluruhan pasar otomotif, namun popularitas kendaraan listrik terus bertumbuh dan produsen otomotif terus berusaha mengembangkan kendaraan listrik yang semakin canggih dan semakin terjangkau. Sedangkan demi melestarikan bumi, beberapa negara telah menetapkan batas akhir penggunaan kendaraan bermesin pembakaran internal secara bertahap, yang pada umumnya diawali dari mesin diesel. Sehingga perlahan tapi pasti, kendaraan listrik akan menggeser kendaraan konvensional sepenuhnya.

Sementara untuk menyambut kehadirannya, sebuah studi dari Comparethemarket menyoroti salah satu faktor penggunaan kendaraan listrik yang kurang dikenal, yakni biaya pengisian daya ulang. Sebagai bagian dari penelitian, perusahaan menentukan biaya rata-rata listrik di 36 negara di seluruh dunia. Dengan memperhitungkan biaya per kWh, mereka kemudian menghitung berapa biaya untuk mengisi ulang Tesla Model S dengan baterai 100 kWh.

Menurut penelitian, orang Amerika biasanya membayar $ 0,13 atau sekitar 1.850 Rupiah per kWh, yang artinya Model S dapat diisi ulang dengan biaya $ 13,00 atau sekitar 185 ribu Rupiah. Jumlah tersebut bisa dikatakan cukup murah, tetapi hampir dua kali lipat biaya pengisian daya ulang di Chili.

Di Indonesia PT Pertamina (Persero) baru saja meluncurkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). SPLU ini sebagai upaya mendorong pemakaian bahan bakar ramah lingkungan. Lantas, berapa biaya yang dikucurkan untuk menggunakan bahan bakar listrik ini? tarif listrik untuk SPLU mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 28 Tahun 2016. Dalam lampiran regulasi disebutkan, SPLU masuk dalam tarif tenaga listrik untuk keperluan layanan khusus dengan besaran Rp 1.650/kWH.

Soal berapa kWh energi yang dibutuhkan untuk mobil listrik, pihak Pertamina kemudian merujuk pada laman energuide.be. Di situ dijelaskan, sebagian besar mobil listrik mengonsumsi 10 kWh untuk menempuh jarak 80 hingga 100 km. Artinya, untuk 100 km maka biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 16.500 dengan perhitungan 10 kWh dikalikan Rp 1.650 /kWh. 80-100 km=10kWh=Rp 16.500. Biaya yang dikeluarkan ini jauh lebih murah dibanding menggunakan energi fosil seperti Premium. Sebab, untuk Premium biaya yang dikeluarkan untuk 100 km mencapai Rp 64.500. Namun, saat ini SPLU Pertamina di SPBU Coco, Kuniingan, Jakarta Selatan masih belum dikenakan biaya.

Baca Lainnya: Anti Riba Kredit Mobil dengan Asas Syariah, Pasti Halal

Walaupun punya kendaraan listrik, tapi bukan berarti kita akan terbebas dari biaya kredit mobil donk, Nah, membayar kredit mobil dapat dengan cepat menaikkan nilai skor kredit ( Credit score ) anda sebagai nasabah dan kredibitlitas digital anda telah terekam saat anda melakukan pembayaran kredit anda yang tercatat. Anda dapat melakukan pembayaran kredit mobil dan kartu kredit di aplikasi Raksasa, karena hanya di Raksasa skor kredit anda bisa diketahui setiap anda melakukan pembayaran setiap bulannya dan semakin banyak anda bertransaksi di Raksasa, nilai Raksasa score anda juga akan semakin meningkat berikut itu adalah salah satu keuntungan jika anda melakukan pembayaran kredit di Raksasa.