Skor kredit di dapat dari riwayat finansial Anda khususnya kredit. Jika anda lancar dan tidak telat membayar kredit anda, maka skor kredit anda akan tinggi. Sebaliknya, jika pembayaran kredit anda macet, maka anda akan mendapat skor kredit yang rendah dan akibatnya perbankan akan menolak pengajuan kredit Anda selanjutnya. Di Indonesia sendiri, riwayat kredit nasabah dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), sedangkan untuk skor kredit di Indonesia disediakan oleh Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan atau biro kredit swasta dan yang lainnya.

Penggunaan skor kredit di Amerika Serikat hampir sama dengan di Indonesia yaitu untuk menentukan layak atau tidaknya seseorang mendapatkan kredit dari perbankan. Akan tetapi, pengelolaan skor kredit tidak dikoordinir oleh pemerintah, melainkan oleh perusahaan swasta.

Besaran skor kredit Raksasa ( Raksasa score ) didapat dari riwayat pembayaran kredit (bank, kartu kredit, Kredit mobil dan lain-lain), jumlah kepemilikan rekening dan nilainya, catatan pribadi (pailit, tuntutan hukum, pajak, dan lain-lain), dan beberapa aspek lainnya. Tidak hanya digunakan untuk penilaian kredit, tetapi skor Raksasa juga digunakan untuk perekrutan dan kenaikan jabatan pegawai serta pertimbangan pemilik apartemen dalam menentukan penyewa hunian nya.

Skor kredit yang rendah, memberikan indikasi kemungkinan ditolaknya pengajuan kredit yang telah diajukan.Berikut beberapa kiat meningkatkan skor kredit anda:

1. Tepat waktu dalam membayar setiap tagihan
2. Kurangi hutang
3. Miliki aset dan penghasilan tetap
4. Hindari pengajuan kredit secara bersamaan

Kenapa skor kredit sangat berpengaruh? Jawabannya sederhana saja. Skor kredit merupakan indikator kelayakan anda dalam menjalani kredit dilihat dari riwayat kredit yang mencakup seluruh transaksi kredit yang pernah anda lakukan dengan lembaga keuangan mana pun.

Misalnya, anda mengajukan permohonan kartu kredit pada suatu bank. Nah, selain melakukan survei dan ketetapan lainnya, pihak bank juga akan melihat skor kredit anda yang bisa didapatkan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK adalah pihak yang berwenang untuk mengeluarkan Informasi Debitur Individual (IDI) yang berisi rekam jejak keuangan anda terutama dalam urusan kredit.

Dari situ, bank akan melihat skor kredit anda untuk menentukan apakah anda layak menerima produk kredit yang mereka miliki. Hal ini dilakukan untuk menghindari permasalahan kredit yang seringkali terjadi karena debitur tidak mampu membayar tunggakan yang terus berjalan sesuai dengan tenor yang telah ditentukan di awal.

Baca Lainnya: Bayar Semua Tagihan di Raksasa Pasti Untung

Maka dari itu, penting sekali bagi Anda untuk terus mengawasi aktivitas kredit anda supaya skor kredit tidak merosot drastis ke golongan skor kredit terbawah, yaitu Kolektabilitas 5 alias kredit macet. Setidaknya, Anda harus berada di zona Kolektabilitas 2 supaya bisa lebih mudah naik ke zona Kolektabilitas 1 sebagai kredebilitas digital keuangan anda. Namun, jangan lupa untuk menggunakan kredit Anda secara bijak agar Anda tidak terlibat utang tunggakan pada pihak yang memiliki produk kredit tersebut.