Menghitung pengeluaran bulanan atau cash flow selalu menjadi hal yang tricky bagi setiap orang, baik bagi pekerja freelance, full-time, pekerja di tingkat supervisor, atau bahkan untuk urusan rumah tangga. Salah-salah menghitung pengeluaran bulanan, bisa-bisa total pengeluaran menjadi lebih besar dari penghasilan.

Untuk menghindari hal tersebut, penting bagi kamu untuk mengelola pendapatan dan menghitung pengeluaran bulanan. Dengan menghitung pengeluaran bulanan, kamu bisa mengetahui ke mana saja pengeluaran yang kamu habiskan dan apakah pengeluaran tersebut memiliki nilai positif kepada dirimu dan tepat guna secara finansial.

Cicilan Utang
Iya, ternyata ini yang harus tersedia setiap bulan! Apapun pekerjaanmu, berapa pun penghasilanmu, kamu harus selalu punya uang untuk membayarkan cicilan utang. Bahkan saat kamu tidak punya penghasilan, debt collector mana mau tahu?

Kalau kamu karyawan, pastikan besaran cicilan utang tidak lebih dari 30% per bulan. Tetapi jika kamu tidak memiliki penghasilan tetap (pekerja seni, konsultan, arsitek, dokter, pengacara, dan lain-lain), maka kamu perlu juga menyediakan sejumlah saldo di rekening yang kamu khususkan untuk pembayaran utang.

Pengeluaran Sosial
Selalu ada cara agar kamu bisa membantu orang lain lebih banyak. Untuk itu, segera sisihkan besaran yang kamu inginkan. Untuk kamu yang beragama Islam, pastikan 2,5% dari penghasilanmu disiapkan untuk zakat. Sementara, untuk sedekah bisa kamu siapkan sesukamu.

Pemberian zakat ini perlu perhatian khusus karena berbeda dengan sedekah – ada aturan khusus tentang zakat. Sebaiknya setorkan ke lembaga amal resmi yang mengerti tentang pembagian zakat kepada golongan yang berhak menerima.

Menabung/investasi
Sekarang, pengeluaran masa depan. Banyak orang merasa terbebani kalau diajak menabung atau investasi. Perlakukan saja pengeluaran ini sebagai pengeluaran untuk masa depan. Bayar sekarang, dipakai nanti. Jadi, saat menabung atau investasi, kamu perlu juga menyiapkan tujuan yang bermanfaat dan bermakna di masa depan.

Bisa untuk dana menikah, DP rumah, pendidikan anak atau pensiun. Namun, kamu bisa juga lho menabung dengan tujuan beli gawai terbaru, liburan hingga nonton konser! Biasanya, kemampuan menabung seseorang itu antara 10-30% dari penghasilan bulanan. Kalau kamu masih tinggal dengan orang tua, seharusnya bisa lebih besar, lho ya! Seharusnya.

Pengeluaran Rutin
Pengeluaran yang satu ini adalah soal pengeluaran hidupmu. Cara hidupmu akan mempengaruhi pengeluaran rutinmu. Mulai dari biaya listrik, transportasi, internet, hingga makan sehari-hari. Ada keluarga yang hemat untuk pengeluaran rutin dan terbiasa hidup sederhana. Ada juga keluarga yang jor-joran di pos yang satu ini karena merasa “ya namanya rutin, harus bisa standar enak lah”. Semuanya sah aja, kok. Yang penting gak keteteran.

Jadi bayangkan kalau nggak punya penghasilan, pengeluaran rutin ini harus tetap keluar. Konsekuensinya, kalau terbiasa boros, kamu akan punya pengeluaran yang terlanjur besar. Kalau sudah tinggi cara hidupnya, susah lho menurunkannya. Biasanya pengeluaran rutin ini berkisar antara 20-40% dari pengeluaran bulanan. Kalau kamu bagaimana?

Pengeluaran lifestyle/pribadi
Di sinilah dosa keuangan kita berkumpul. Semua yang asyik tapi gak penting, tetapi kalau tidak ada maka hidup tidak berwarna, ada di sini. Mulai dari kebiasaan ngopi hingga membership gym, ajak anak makan di luar hingga beli sepatu, naik taksi padahal bisa nungguin mobil, salon, pijat refleksi dan sebagainya. Komplit di pos yang satu ini.

Bukan gak boleh, lho! Hanya harus diukur saja. Biasanya, pengeluaran lifestyle atau pribadi ini maksimal 20% dari penghasilan bulanan. Tentu saja dengan prioritas lebih rendah dibandingkan pengeluaran rutin, ya. Gak pake banyak alasan lagi! Ayo buat anggaran pengeluaran bulanan dengan detil kategori di atas.

Anggaran ini kan cuma di atas kertas. Untuk memastikan pengeluaran ini benar-benar sesuai anggaran, kamu perlu MENCATAT! Santai aja. Catat untuk 5 hari kerja ini + 2 hari di akhir pekan. Cocokkan apakah masih sesuai dengan anggaran. Memang menyebalkan. Nggak perlu dilakukan terus menerus seumur hidup. Tetapi, kamu perlu melakukan ini agar tahu persis, “Berapa pengeluaranmu yang sebenarnya?”

Poin paling penting dari metode di atas adalah bahwa kamu mengetahui secara mendetil ke mana saja pengeluaran uang bulanan mu. Dengan begitu, kamu dapat menentukan mana saja pos-pos keuangan yang perlu ditambah atau dikurangi.

Baca Lainnya: Ojk Tindak Tegas Fintech Nakal

Kamu dapat melakukan pembayaran kredit mobil dan kartu kredit di aplikasi Raksasa, karena hanya di Raksasa skor kredit kamu bisa diketahui setiap kamu melakukan pembayaran setiap bulannya dan semakin banyak kamu bertransaksi di Raksasa, nilai Raksasa score kamu juga akan semakin meningkat berikut itu adalah salah satu keuntungan jika kamu melakukan pembayaran kredit di Raksasa.